Proses seleksi Calon Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) Periode 2026–2030 telah memasuki tahapan penting melalui kegiatan Pemaparan Terbuka Program Kerja Calon Rektor, yang diselenggarakan pada 26 Januari 2026 bertempat di Auditorium Graha William Soeryadjaya, UKI Jakarta.
Pada tahapan ini, empat Calon Rektor UKI memaparkan visi, misi, serta program strategis yang akan menjadi arah pengembangan UKI lima tahun ke depan. Keempat calon tersebut adalah Prof. Angel Damayanti, S.IP., M.Si., M.Sc., Ph.D.; Prof. Dr. dr. Bernadetha Nadeak, M.Pd., PA.; Prof. Dr. Hulman Panjaitan, S.H., M.H.; serta Prof. Dr. Wilson Rajagukguk, M.Si., MA Ministry.
Kegiatan diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Esther Rela Intarti, M.Th., yang menyampaikan renungan berdasarkan Kitab Mikha 6 ayat 8. Dalam pesannya, ia menekankan bahwa kepemimpinan rektor tidak hanya ditentukan oleh kekuatan visi dan strategi, tetapi juga oleh karakter, keadilan, kesetiaan, dan kerendahan hati dalam melayani.
Menurutnya, Rektor UKI memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai-nilai Kristiani, sekaligus pemimpin yang memastikan integritas, pelayanan, dan tanggung jawab kepada Tuhan dan sesama terwujud dalam seluruh kebijakan universitas.
Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor UKI, Thomas Edison Tampubolon, S.H., M.H., dalam sambutannya menjelaskan bahwa proses pemilihan rektor telah dimulai sejak Oktober 2025. Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, psikotes dan assessment test, hingga wawancara mendalam. Dari sembilan calon awal, enam orang lolos ke tahap wawancara, dan akhirnya ditetapkan empat calon yang berhak mengikuti pemaparan terbuka program kerja.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan pemaparan ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi UKI Jakarta sebagai bentuk transparansi publik. Thomas Edison Tampubolon mengingatkan seluruh calon untuk tetap menjaga semangat kebersamaan dan kontribusi bagi UKI, apapun hasil akhir proses seleksi.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Universitas Kristen Indonesia (YUKI), Dr. David M. L. Tobing, S.H., M.Kn., mengajak seluruh calon rektor untuk terus berkomitmen membangun UKI secara kolektif.
Ia menegaskan bahwa UKI membutuhkan kepemimpinan yang visioner, solutif, dan berani melakukan pembaruan budaya organisasi agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, pemaparan program kerja yang disampaikan secara terbuka akan menjadi komitmen yang dapat dipantau dan dievaluasi oleh seluruh pemangku kepentingan.
Pemaparan program kerja masing-masing calon dipandu oleh moderator Pdt. Dr. Dirk Roy Kolibu, D.Th., dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama panelis.
Adapun panelis dalam kegiatan ini terdiri dari Pdt. Darwin Darmawan, M.Th.; Prof. Atmonobudi Soebagio, MSEE., Ph.D.; Bacelius Ruru, S.H., LL.M.; serta Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si., yang memberikan tanggapan, masukan, dan pendalaman terhadap program kerja yang disampaikan para calon rektor.
Kegiatan ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh Pdt. Darwin Darmawan, M.Th., selaku Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI). Setelah itu, para panelis bersama Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor UKI melanjutkan pembahasan hasil pemaparan dalam rapat tertutup sebagai bagian dari proses penilaian akhir.